Sunday, July 21, 2013

1.000.000 org Indonesia MENOLAK Syiah

1.000.000
ORANG MENOLAK SYIAH DI
INDONESIA
SYIAH VS IMAM JA'FAR ASH-SHADIQ
(RAHIMAHULLAH)
Ja`Far Ash-Shadiq Rahimahullah
Dia adalah Imam Ja`far bin
Muhammad bin Ali Zainal Abidin bin
Al-Husain bin Ali bib Abu Thalib
(Rahimahullah). Perhatikan silsilah
keluarganya. Jika anda mengidolakan
Ali Radhiallahuanhu dan ahlul
baitnya maka cintailah keturunannya
ini, karena kami pun insya Allah
mencintai beliau. Ja`far Ash-Shadiq
adalah Imam ke-6 yang diklaim Syiah
(Rafidhah) sebagai salah satu Imam
12 mereka yang ma`shum.Semenjak
dahulu Syiah mengklaim bahwa
mereka mengikuti manhaj dan
langkah Ja`far Ash-Shadiq. Madzhab
mereka dalam bidang fikih adalah
ucapan-ucapan dan pendapatnya
Ada seorang syi`ah yang mengklaim
keutamaan Ali di atas AbuBakar Ash-
Shiddiq di hadapan Ja`far Ash-
Shadiq. Setelah orang syi`ah ini
mendengarkan argumentasi Ja`far dia
menyatakan taubat dari kesalahannya
yang telah mengedepankan seseorang
atas Abu Bakar. Teks perdebatan ini
diabadikan dalam dua manuskrip
yang sangat langka dan berharga.
Satu manuskrip ada dalam
Perpustakaan Syahid `Ali Basha di
Istanbul, yang bernomor 2764. Fakta
sejarahini dituangkan dalam sepuluh
halaman. Manuskrip kedua ada dalam
Perpustakaan Zhahiriyah, Damaskus
dalam kumpulan bernomor 111,
sebanyak sembilan lembar.
Kedua manuskrip tersebut berstatus
standar, handal dan dikuatkan
dengan sanad-sanad (siklsilah yang
meriwayatkan) dan banyaknya
sama`at (riwayatyang dalam bentuk
pendengaran) Teks perdebatan ini
belum pernah dicetak sebelumnya,
hingga Syaikh Ali Abdul Aziz Ali Syibl
mengeditnya berdasarkan dua
manuskrip tadi dengan meneliti
masalah-masalah yang menjadi
bahan perdebatan. Cetakan pertama
keluar padatahun 1417 H dengan
judul “Perdebatan Ja`far Ash-Shadiq
dengan Seorang Rafidhi tentang
Pengutamaan antara Abu Bakar
dengan Ali Radhiallahu `anhuma”.
TEKS PERDEBATAN
Seorang perawi menuturkan bahwa
ada seorang Syiah (Rafidhi)
mendatangi Ja`far Ash-Shadiq. Ia
segera berucap salam, ”Assalamu
`alaikum Warahmatullahi
wabarakatuh.” Ja`far langsung
menjawab salam.
1. Orang tadi bertanya, ”Wahai putra
Rasulullah, siapakah manusia terbaik
setelah Rasulullah shalallahu `alaihi
wasallam?
Ja`far Ash-Shadiq menjawab: ”Abu
Bakar.”
2. Ia bertanya, ”Mana hujjah (dalil)
dalam hal itu?”
Dia menjawab, ”Firman Allah ta`ala:
ﺇِﻻ ﺗَﻨْﺼُﺮُﻭﻩُ ﻓَﻘَﺪْ ﻧَﺼَﺮَﻩُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺇِﺫْﺃَﺧْﺮَﺟَﻪُ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ
ﻛَﻔَﺮُﻭﺍ ﺛَﺎﻧِﻲَ ﺍﺛْﻨَﻴْﻦِ ﺇِﺫْ ﻫُﻤَﺎ ﻓِﻴﺎﻟْﻐَﺎﺭِ ﺇِﺫْ ﻳَﻘُﻮﻝُ
ﻟِﺼَﺎﺣِﺒِﻪِ ﻻ ﺗَﺤْﺰَﻥْ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻣَﻌَﻨَﺎ ﻓَﺄَﻧْﺰَﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪُ
ﺳَﻜِﻴﻨَﺘَﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺃَﻳَّﺪَﻩُ ﺑِﺠُﻨُﻮﺩٍ ﻟَﻤْﺘَﺮَﻭْﻫَﺎ
“Jikalau kamu tidak menolongnya
(Muhammad) maka sesungguhnya
Allah telah menolongnya (yaitu)
ketika orang-orang kafir (musyrikin
Makkah) mengeluarkannya dari
(Makkah) sedang dia salah seorang
dari dua orang ketika keduanya
berada dalam gua, di waktu dia
berkata,”Janganlah kamu berduka
cita, sesungguhnya Allah bersama
kita.” Maka Allah menurunkan
ketenangan-Nya kepada (Muhammad),
dan membantunya dengan tentara
yang kamu tidak melihatnya.”(Surah
At-Taubah:40).
Coba pikirkan apa ada orang yang
lebih baik dari dua orang sedang
yang ketiganya adalah Allah?? Tidak
ada seorangpun yang lebih afdhal
dari Abu Bakar selain Nabi Shalallahu
`alaihi wasallam.
3. Maka Rafidhi (Syi`ah) berkata:
”Sesungguhnya Ali bin AbuThalib
telah tidur di tikar Rasulullah (demi
menggantikannya) tanpa mengeluh
(jaza', artinya tabah) dan tidak takut
(faza`, artinya tegar).”
Maka Ja`far Ash-Shadiq berkata, ”Dan
begitu pula Abu Bakar, dia bersama
Rasulullah, tanpa jaza` dan faza`.
4. Orang tadi menyanggah,
”Sesungguhnya Allah ta`ala telah
menyatakan berbeda dengan apa
yang anda katakan!”
Ja`far Ash-Shadiq bertanya
kepadanya, ”Apa yang di firmankan
Allah?”
Dia menjawab,
ﺇِﺫْ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﻟِﺼَﺎﺣِﺒِﻪِ ﻻ ﺗَﺤْﺰَﻥْ ﺇِﻧَّﺎﻟﻠَّﻪَ ﻣَﻌَﻨَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
”Ketika dia berkata kepada temannya,
”Janganlah kamu berdukacita (huzn).
Sesungguhnya Allah bersama
kita” (Surah At-Taubah:40).
“Bukankah ketakutan tadi adalah
jaza`?”
Ja`far Ash-Shadiq menjelaskan,
”Tidak! Karena huzn (sedih) itu bukan
jaza` dan faza`. Sedihnya Abu Bakar
adalah khawatir jika Rasulullah
dibunuh dan agama Allah tidak lagi
ditaati. Jadi kesedihannya terhadap
agama Allah dan terhadap Rasul
Allah bukan sedih terhadap dirinya.
Bagaimana (ia sedih), dia telah
disengat (hewan berbisa) lebih dari
seratus sengatan dan tidak pernah
mengatakan “His” juga (tidak pernah)
mengatakan “UH”!
5. Orang Syi`ah berkata:
Sesungguhnya Allah Ta`ala berfrman,
ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟُﻪُ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳُﻘِﻴﻤُﻮﻥَ
ﺍﻟﺼَّﻼﺓَ ﻭَﻳُﺆْﺗُﻮﻥَ ﺇِﻧَّﻤَﺎﻭَﻟِﻲُّﻛُﻢُ ﺍﻟﺰَّﻛَﺎﺓَ ﻭَﻫُﻢْ
ﺭَﺍﻛِﻌُﻮﻥَ
“Sesungguhnya penolong kamu
hanyalah Allah, Rasul-Nya danorang-
orang yang beriman, yang mendirikan
shalat dan menunaikan zakat,
serayamereka tunduk (kepada
Allah)” (Surah Al-Maidah:55).
Ayat ini turun tentang perihal Ali bin
Abu Thalib ketika menshadaqohkan
cincinnya ketikadia ruku`, maka
Rasulullah bersabda, “Segala puji
bagi Allah yang telahmenjadikannya
(ayat) di dalam diriku dan ahlul
baitku.”
Ja`far Ash-Shadiq menjelaskan, ”Ayat
yang sebelumnya lebihagung
daripadanya. Allah berfirman,
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻣَﻦْ ﻳَﺮْﺗَﺪَّﻣِﻨْﻚُﻡْ ﻋَﻦْ ﺩِﻳﻨِﻪِ
ﻓَﺴَﻮْﻑَ ﻳَﺄْﺗِﻲ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻘَﻮْﻡٍ ﻳُﺤِﺒُّﻬُﻢْ
”Hai orang-orang yang beriman,
barangsiapa diantara kamu yang
murtad dari agamanya, maka kelak
Allah akan mendatangkan suatu kaum
(bisa kelompok atau orang) yang Allah
mencintai mereka dan mereka pun
mencintainya”(Surah Al-Maidah 54,
ayat sebelumnya).
Ternyata perbuatan riddah (murtad,
keluar dari islam) terjadi besar-
besaran sepeninggal Rasulullah
shalallahu `alaih wasallam.
Orang-orang kafir itu berkonsentrasi
di Nawahand, merekaberkata,”Orang
yang selama ini mereka bela —
maksudnya Nabi—- kini telah
mati.”Hingga Umar Radhiallahu
`anhu berkata (kepada Abu Bakar
yang bertekad memerangi
mereka),”Terimalah salat darimereka
dan dan biarkan (tinggalkan,
maafkan) zakat bagi mereka, maka
Abu Bakarberkata, ”Demi Allah
seandainya mereka menghalangiku
(tidak mau menyerahkan) zakat yang
dulu mereka membayarkannya kepada
Rasulullah, pasti aku memerangi
mereka seorang diri.” Maka ayat ini
lebih utama untuk Abu Bakar
Radhiallahu `anhu.
6. Rafidhi tersebut melanjutkan
argumennya, “SesungguhnyaAllah
Ta`ala berfirman:
ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳُﻨْﻔِﻘُﻮﻥَ ﺃَﻣْﻮَﺍﻟَﻬُﻤْﺐِﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﻭَﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ﺳِﺮًّﺍ
ﻭَﻋَﻼﻧِﻴَﺔً
”Orang-orang yang menafkahkan
hartanya di malam dan siang hari
secara sembunyi dan terang-
terangan” (Surah Al-Baqarah:274).
Ayat ini turun tentang perihal Ali
alaihi salam. Diamemiliki empat
dinar. Satu dinar dia nafkahkan di
malam hari, satu dinar dianafkahkan
di siang hari, satu dinar secara
sembunyi-sembunyi dan satu dinar
dengan terang-terangan. Maka
turunlah ayat ini.”
Ja`far Ash-Shadiq menjelaskan, ”Abu
Bakar memiliki yang lebih utama lagi
di dalam Al-Qur`an. Allah berfirman
(dalam surat Al-Lail):
ﻭَﺍﻟﻠَّﻴْﻠِﺈِﺫَﺍ ﻳَﻐْﺸَﻰٰ ﴿١ ﴾ ﻭَﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ﺇِﺫَﺍ ﺗَﺠَﻠَّﻰٰ ﴿
٢ ﴾ﻭَﻣَﺎ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺬَّﻛَﺮَ ﻭَﺍﻟْﺄُﻧﺜَﻰٰ ﴿ ٣ ﴾ ﺇِﻥَّ ﺳَﻌْﻴَﻜُﻢْ
ﻟَﺸَﺘَّﻰٰ ﴿ ٤ ﴾ﻓَﺄَﻣَّﺎ ﻣَﻦْ ﺃَﻋْﻄَﻰٰ ﻭَﺍﺗَّﻘَﻰٰ ﴿
٥ ﴾ ﻭَﺻَﺪَّﻕَ ﺑِﺎﻟْﺤُﺴْﻨَﻰٰ ﴿ ٦ ﴾ﻓَﺴَﻨُﻴَﺴِّﺮُﻩُ
ﻟِﻠْﻴُﺴْﺮَﻯٰ ﴿ ٧ ﴾ ﻭَﺃَﻣَّﺎ ﻣَﻦ ﺑَﺨِﻞَ ﻭَﺍﺳْﺘَﻐْﻨَﻰٰ ﴿
٨ ﴾ﻭَﻛَﺬَّﺏَ ﺑِﺎﻟْﺤُﺴْﻨَﻰٰ ﴿ ٩ ﴾ ﻓَﺴَﻨُﻴَﺴِّﺮُﻩُ
ﻟِﻠْﻌُﺴْﺮَﻯٰ ﴿١٠ ﴾ﻭَﻣَﺎ ﻳُﻐْﻨِﻲ ﻋَﻨْﻪُ ﻣَﺎﻟُﻪُ ﺇِﺫَﺍ
ﺗَﺮَﺩَّﻯٰ ﴿١١ ﴾ ﺇِﻥَّ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻟَﻠْـﻬُﺪَﻯٰ ﴿١٢ ﴾ﻭَﺇِﻥَّ ﻟَﻨَﺎ
ﻟَﻠْﺂﺧِﺮَﺓَ ﻭَﺍﻟْﺄُﻭﻟَﻰٰ ﴿ ١٣ ﴾ ﻓَﺄَﻧﺬَﺭْﺗُﻜُﻢْ ﻧَﺎﺭًﺍ
ﺗَﻠَﻈَّﻰٰ ﴿١٤ ﴾ﻟَﺎﻳَﺼْﻠَﺎﻩﺍَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟْﺄَﺷْﻘَﻰ ﴿
١٥﴾ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻛَﺬَّﺏَ ﻭَﺗَﻮَﻟَّﻰٰ ﴿١٦ ﴾ﻭَﺳَﻴُﺠَﻦَّﺑُﻬَﺎ
ﺍﻟْﺄَﺗْﻘَﻰ ﴿١٧ ﴾ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳُﺆْﺗِﻲ ﻣَﺎﻟَﻬُﻴَﺘَﺰَﻙَٰﻯّ ﴿
١٨ ﴾ ﻭَﻣَﺎ ﻟِﺄَﺣَﺪٍ ﻋِﻨﺪَﻩُ ﻣِﻦ ﻧِّﻌْﻤَﺔٍ ﺗُﺠْﺰَﻯٰ﴿
١٩ ﴾ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﺑْﺘِﻐَﺎﺀَ ﻭَﺟْﻪِ ﺭَﺑِّﻪِ ﺍﻟْﺄَﻋْﻠَﻰٰ ﴿
٢٠ ﴾ﻭَﻟَﺴَﻮْﻑَ ﻳَﺮْﺿَﻰٰ ﴿٢١ ﴾
“Demi malam apabila menutupi
(cahaya siang) [1], dan siang apabila
terang benderang [2], dan penciptaan
laki-laki dan perempuan
[3],sesungguhnya usaha kamu
memang berbeda-beda [4]. Adapun
orang yang memberikan (hartanya di
jalan Allah) dan bertakwa [5], dan
membenarkan adanya pahala yang
terbaik (surga) [6], maka Kami kelak
akan menyiapkan baginya jalan yang
mudah[7]. Dan adapun orang-orang
yang bakhil dan merasa dirinya cukup
[8], serta mendustakan pahala yang
terbaik [9], maka kelak Kami akan
menyiapkan baginya (jalan) yang
sukar [10]. Dan hartanya tidak
bermanfaat baginya apabila ia
telahbinasa [11]. Sesungguhnya
kewajiban Kami-lah memberi
petunjuk [12], dan sesungguhnya
kepunyaan Kami-lah akhirat dan
dunia [13]. Maka Kami
memperingatkan kamu dengan neraka
yang menyala-nyala [14]. Tidak ada
yang masukke dalamnya kecuali orang
yang paling celaka [15], yang
mendustakan (kebenaran) dan
berpaling (dari iman) [16]. Dan kelak
akan dijauhkan orang yang paling
takwa dari neraka itu [17], yang
menafkahkan hartanya (di jalan Allah)
untuk membersihkannya [18], padahal
tidak ada seorang pun memberikan
suatu nikmat kepadanya yang harus
dibalasnya [19], tetapi (dia
memberikan itu semata-mata) karena
mencari keridaan Tuhannya Yang
Maha Tinggi [20]. Dan kelak dia
benar-benarmendapat kepuasan
[21]”. (Surah Al-Lail 1-21)
“Demi malam apabila menutupi -ini
adalah sumpah Allah— Dan siang
apabila terang benderang, dan
penciptaan laki-laki dan perempuan,
sesungguhnya usaha kamu memang
berbeda-beda. Adapun orang yang
memberikan (hartanya di jalan Allah)
dan bertakwa, dan membenarkan
adanya pahala yangterbaik (surga). —
Ia adalah Abu Bakar— Maka Kami
kelak akan menyiapkan baginya jalan
yang mudah —Ia adalah Abu Bakar—
Yang menafkahkan hartanya
(dijalanAllah) untuk
membersihkannya —Ia adalah Abu
Bakar— Padahal tidak ada
seorangpun memberikan suatu
nikmat kepadanya yang harus
dibalasnya —ia adalah Abu Bakar.
Dia telah menafkahkan untuk (dakwah
Rasulullah) sebanyak 40 ribu,
sehingga beliau bersuka cita.
Kemudian turunlah Jibril alaihi salam
memberi kabar bahwa ”Allah yang
Maha Tinggi dan Luhur memberi
salam untukmu dan Dia berkata
bacakan juga kepada Abu Bakar salam
dariku, dan katakan kepadanya:
Apakah engkau rela kepada Allah
dalam kefakiranmu ini ataukah tidak
suka.
Abu Bakar menjawab, “Apa mungkin
aku marah (tidak suka) kepada Rabb-
ku ? Aku ridha kepada Rabbku, Aku
ridha kepada Rabbku, dan berjanji
untuk membuatnya ridha (senang
dan puas).”
7. Rafidhi itu berkata, ”Sesungguhnya
Allah berfirman,
ﺃَﺟَﻌَﻠْﺘُﻢْ ﺳِﻘَﺎﻳَﺔَ ﺍﻟْﺤَﺎﺝِّ ﻭَﻋِﻤَﺎﺭَﺓَﺍﻟْﻢِﺪِﺠْﺳَ ﺍﻟْﺤَﺮَﺍﻡِ
ﻛَﻤَﻦْ ﺁﻣَﻦَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ ﺍﻵﺧِﺮِﻭَﺟَﺎﻫَﺪَ ﻓِﻲ
ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻻ ﻳَﺴْﺘَﻮُﻭﻥَ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ
”Apakah (orang-orang) yang memberi
minuman kepada orang-orang yang
mengerjakan haji dan mengurus
Masjidil haram, kamu samakan
dengan dengan orang-orang yang
beriman kepada Allah dan hari
kemudian serta berjihad di jalan
Allah? Mereka tidak samadi sisi
Allah.” (Surah At-Taubah: 19)
Ayat ini turun tentang perihal Ali.
Maka Ja`far Ash-Shadiq mengatakan,
”Abu Bakar memiliki yang lebih
afdhal di dalam Al-Qur`an. Dia
berfirman,
ﻻ ﻳَﺴْﺘَﻮِﻱ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻣَﻦْ ﺃَﻧْﻔَﻖَ ﻣِﻨْﻘَﺒْﻞِ ﺍﻟْﻔَﺘْﺢِ
ﻭَﻗَﺎﺗَﻞَ ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﺃَﻋْﻈَﻢُ ﺩَﺭَﺟَﺔً ﻣِﻦَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻨَﺄَﻧْﻒَﻗُﻮﺍ
ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪُ ﻭَﻗَﺎﺗَﻠُﻮﺍ ﻭَﻛُﻼ ﻭَﻋَﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟْﺤُﺴْﻨَﻰ
”Tidak sama diantara kamu orang
yang menafkahkan (hartanya) dan
berperang sebelum penaklukan
(Makkah), mereka lebih tinggi
derajatnya daripada orang-orang yang
menafkahkan (hartanya) dan
berperang sesudah itu. Allah
menjanjikan kepada masing-masing
mereka (balasan) yang lebih
baik” (Surah Al-Hadid:10).
Adalah Abu Bakar orang yang
pertama kali menafkahkan hartanya
hartanya untuk Rasulullah, orang
yang pertama kali berperang dan
yangpertama berjihad.
Orang-orang Musyrik berdatangan
memukuli Nabi shalallahu`alaihi
wasallam sampai berdarah. Begitu
Abu Bakar mendengar berita itu
dialangsung berlari mendatangi, lalu
dia berkata, ”Celaka kalian. Apakah
kalianakan membunuh orang yang
mengatakan Rabb-ku adalah Allah,
padahal dia telah membawa bukti-
bukti yang jelas dari Tuhan kalian?!”
Maka mereka meninggalkan Nabi dan
berbalik memukuli Abu Bakar hingga
tidak jelas antara hidung dan
wajahnya. Dia adalah orang yang
pertama berjihad di jalan Allah dan
orang yang pertama yang berperang
bersama Rasulullah, serta orang yang
menafkahkan hartanya. Rasulullah
telahbersabda, ”Tidak ada harta yang
bermanfaat bagiku seperti
manfaatnya harta AbuBakar.”
8. Rafidhi terus berkata:
“Sesungguhnya Ali tidak pernah
menyekutukan Allah walau sekejap
mata”
Maka Ja`far Ash-Shadiq menjawab,
”Sesungguhnya Allah telah memuji
Abu Bakar dengan pujian yang telah
mencukupi dari segala-galanya. Allah
berfirman:
ﻭَﺍﻟَّﺬِﻱ ﺟَﺎﺀَ ﺑِﺎﻟﺼِّﺪْﻕِ ﻭَﺻَﺪَّﻕَ ﺑِﻬِﺄُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻫُﻢُ
ﺍﻟْﻤُﺘَّﻘُﻮﻥَ
“Dan orang yang membawa kebenaran
(Muhammad) dan membenarkannya,
mereka itulah orang-orang yang
bertakwa” (SurahAz-Zumar :33).
”Dan orang yang membawa kebenaran
—ia adalah Muhammad— Dan yang
membenarkannya —Ia adalah Abu
Bakar.— Mereka itulah orang-orang
yang bertakwa"
Semua orang berkata kepada Nabi,
“Engkau adalah dusta”, sedangkan
Abu Bakar, hanya dia yang berkata ,
“Engkau benar.” Maka turunlah ayat
ini berkenaan dengannya, ayat
tashdiq (pembenaran) secara khusus,
maka AbuBakar adalah orang yang
takwa (taqiy), bersih (naqiy), yang
diridhoi (mardhi), yang ridha(radhiy),
yang adil (`adl), penegak keadilan
(mu`addil) dan yang menepati janji
(wafiy).
9. Rafidhi itu kemudian berkata,
”Sesungguhnya mencintai Aliadalah
fardhu (kewajiban) menurut
ketetapan Allah :
ﻗُﻞْ ﻻ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻜُﻢْ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺃَﺟْﺮًﺍ ﺇِﻻﺍﻟْﻤَﻮَﺩَّﺓَ ﻓِﻲ
ﺍﻟْﻘُﺮْﺑَﻰ
”Katakanlah, “Aku tidak meminta
kepadamu sesuatu upahpun atas
seruanku kecuali kasih sayang dalam
kekeluargaan” (Surah Asy-Syura:23).
Ja`far Ash-Shadiq mengatakan bahwa
Abu Bakar pun memiliki seperti itu,
Allah berfirman,
ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺟَﺎﺀُﻭﺍ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِﻫِﻤْﻴَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺍﻏْﻔِﺮْ
ﻟَﻨَﺎ ﻭَﻹﺧْﻮَﺍﻧِﻨَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺳَﺒَﻘُﻮﻧَﺎ ﺑِﺎﻹﻳﻤَﺎﻧِﻮَﻻ ﺗَﺠْﻌَﻞْ
ﻓِﻲ ﻗُﻠُﻮﺑِﻨَﺎ ﻏِﻼ ﻟِﻠَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺇِﻧَّﻚَ
ﺭَﺀُﻭﻓٌﺮَﺣِﻴﻢٌ
”Dan orang-orang yang datang
sesudah mereka (Muhajirin
danAnshar), mereka berdo`a,`Ya
Tuhan kami, beri ampunlah kami dan
saudara-saudarakami yang telah
beriman lebih dahulu dari kami, dan
janganlah engkau membiarkan
kedengkian dalam hati kami terhadap
orang-orang yang beriman; Ya Tuhan
kami,sesungguhnya Engkau Maha
Penyantun lagi Maha Penyayang”.
(Surah Al-Hasyr:10).
Abu Bakar adalah orang yang lebih
dulu membawa iman, makaistighfar
untuknya adalah wajib dan
mencintainya adalah fardhu serta
membencinya adalah kufur.
10. Rafidhi berkata: ”Sesungguhnya
Nabi bersabda “Hasan dan Husain
keduanya adalah sayyid (pemuka)
pemuda Ahli surga dan bapak mereka
berdua lebih baik dari keduanya.
Ja`far Ash-Shadiq berkata kepadanya,
”Bagi Abu Bakar disisi Allah ada
keutamaan yang melebihi itu, aku
diberitahu oleh bapakku, darikakekku,
dari Ali bin Abu Thalib, dia berkata:
“Saya ada disamping rasulullah, tidak
ada orang lain selain aku. Tiba-tiba
muncullah Abu Bakar dan Umar,
makaNabi bersabda, “Hai Ali! kedua
orang ini sayyid (pemuka) penduduk
ahli surga, yang tua maupun yang
muda, yang telah lewat dan yang
terdahulu dari generasi awal maupun
yang tersisa dan yang tinggal dari
generasi belakangan, kecualipara
Nabi. Jangan engkau beritahukan
kepada keduanya Ali” Maka aku
tidakmemberitahukannya kepada
siapapun hingga keduanya tiada
(Hadist riwayat Abdullah bin Ahmad
dalam al-Musnad; Ibnu Asakir dalam
Tarikh Dimasyq jilid IXhal 307;At-
Tirmidzi jilid IV hal310; Ibnu Majah
no94. Diriwayatkan oleh banyak
sahabat seperti Ali, Anas,Abu
Juhaifah,Jabir dan Abu Said)
11. Rafidhi berkata, ”Manakah yang
lebih utama Fathimah putri
Rasulullah ataukah Aisyah binti Abu
Bakar?”
Ja`far Ash-Shadiq menjawab,
ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢِ
”Dengan menyebut nama Allah yang
Maha Pengasih lagi MahaPenyayang,
ﻳﺲ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﺍﻟْﺤَﻜِﻴﻢِ
“Yaa siin, Demi Al-Qur`an yang
penuh hikmah”, (Surah Yassiin1-2)
ﺣﻢ ﻭَﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ﺍﻟْﻤُﺒِﻴﻦِ
“Haa miim, Demi Al-Kitab yang
memberi penjelasan (nyata)”(Surah
Az-Zukhruf 1-2)
Kemudian dia berkata, ”Aku bertanya
kepadamu, manakah yang lebih baik,
Fathimah putri Rasulullah ataukah
Aisyah binti Abu Bakar, apakah kamu
membaca Al-Qur`an?”
Kemudian Ja`far melanjutkan, “Aisyah
binti Abu Bakar adalah istri
Rasulullah, ia akan bersamanya di
surga, Sedangkan Fathimah putri
Rasulullah adalah sayyidah (pemuka)
wanita ahli surga. Yang mencela istri
Rasulullah, mudah-mudahan dilaknat
Allah dan yang membenci putri
Rasulullah, mudah-mudahan
dihinakan oleh Allah.
12. Maka Rafidhi menjawab, “Aisyah
telah memerangi Ali, dan ia adalah
istri Rasulullah”
Ja`far Ash-Shadiq menjelaskan,
“Benar, celaka kamu! Allah ta`ala
berfirman,
ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻜُﻢْ ﺃَﻥْ ﺗُﺆْﺫُﻭﺍ ﺭَﺳُﻮﻟَﺎﻟﻠَّﻪِ
“Dan tidak boleh kamu menyakiti
(hati) Rasulullah” (SuratAl-Ahzab:53).
13. Kemudian Rafidhi berkata,
”Apakah khilafah Abu Bakar, Umar
dan Ustman ada dalam Al-Qur`an?”
Ja`far Ash-Shadiq menjawab, “Ada,
bahkan di dalam taurat danInjil.
Allah berfirman,
ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺟَﻌَﻠَﻜُﻢْ ﺧَﻼﺋِﻒَ ﺍﻷﺭْﺿِﻮَﺭَﻓَﻊَ
ﺑَﻌْﻀَﻜُﻢْ ﻓَﻮْﻕَ ﺑَﻌْﺾٍ ﺩَﺭَﺟَﺎﺕٍ
”Dia lah yang menjadikan kamu
penguasa-penguasa di bumi dan
meninggikan sebagian kamu atas
sebagian (yang lain) beberapa derajat
(Surah Al-An-`am:165).
Allah pun berfirman,
ﺃَﻣَّﻦْ ﻳُﺠِﻴﺐُ ﺍﻟْﻤُﻀْﻄَﺮَّ ﺇِﺫَﺍ ﺩَﻋَﺎﻫُﻮَﻳَﻜْﺶِﻑُ ﺍﻟﺴُّﻮﺀَ
ﻭَﻳَﺠْﻌَﻠُﻜُﻢْ ﺧُﻠَﻔَﺎﺀَ ﺍﻷﺭْﺽِ
”Atau siapakah yang
memperkenankan (do`a) orang yang
dalam kesulitan apabila dia berdo`a
kepada Nya dan yang menghilangkan
kesusahan dan yang menjadikan
kamu sebagai khalifah-khalifah di
bumi. (Surah An Naml:62)
Allah berfirman,
ﻟَﻴَﺴْﺘَﺨْﻠِﻔَﻦْﻢُﻫَّ ﻓِﻲ ﺍﻷﺭْﺽِ ﻛَﻤَﺎﺍﺳْﺘَﺨْﻠَﻒَ
ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻠِﻬِﻢْ ﻭَﻟَﻴُﻤَﻜِّﻨَﻦَّ ﻟَﻬُﻢْ ﺩِﻳﻨَﻬُﻢُ
ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺍﺭْﺗَﻀَﻰ ﻟَﻬُﻢْ
“Dia sungguh-sungguh akan
menjadikan mereka berkuasa dimuka
bumi, sebagaimana Dia telah
menjadikan orang-orang yang
sebelum mereka berkuasa, dan
sungguh Dia akan meneguhkan bagi
mereka agama yang telah diridhoi-
Nya untuk mereka” (Surah An-Nur:55)
14. Rafidhi meminta kejelasan,
”Wahai putra Rasulullah, lalu
manakah khalifah mereka di dalam
Taurat dan Injil?”
Ja`far Ash-Shadiq menjawab,
ﻣُﺤَﻤَّﺪٌﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻣَﻌَﻪُ ﺃَﺷِﺪَّﺍﺀُ ﻋَﻠَﻰ
ﺍﻟْﻜُﻔَّﺎﺭِ ﺭُﺣَﻤَﺎﺀُﺑَﻴْﻦَﻫُﻢْ ﺗَﺮَﺍﻫُﻢْ ﺭُﻛَّﻌًﺎ ﺳُﺠَّﺪًﺍ
ﻳَﺒْﺘَﻐُﻮﻥَ ﻓَﻀْﻼ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻬِﻮَﺭِﺿْﻮَﺍﻧًﺎ ﺳِﻴﻤَﺎﻫُﻢْ
ﻓِﻲ ﻭُﺟُﻮﻫِﻬِﻢْ ﻣِﻦْ ﺃَﺛَﺮِﺍﻟﺴُّﺠُﻮﺩِ ﺫَﻟِﻚَ ﻣَﺜَﻠُﻬُﻢْ
ﻓِﻲ ﺍﻟﺘَّﻮْﺭَﺍﺓِ ﻭَﻣَﺜَﻠُﻬُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻹﻧْﺠِﻴﻞِ
“Muhammad itu adalah utusan Allah
dan orang-orang yang bersama
dengan dia adalah keras terhadap
orang-orang kafir, tetapi berkasih
sayang sesama mereka. Kamu lihat
mereka ruku' dan sujud mencari
karunia Allah dan keridhaan-Nya,
tanda-tanda mereka tampak pada
muka mereka dari bekas sujud.
Demikianlah sifat-sifat merekadalam
Taurat dan sifat-sifat mereka dalam
Injil”. (QS. Al-Fath 29)
“Muhammad adalah utusan Allah,
dan orang-orang yang bersamanya —
dia adalah Abu Bakar—, ”Keras
terhadap orang-orang kafir—Dia
adalah umar, ”"Berkasih sayang
sesama mereka— Ia adalah Ustman,”
Kamu lihat mereka ruku` dan sujud
mencari karunia Allah dan
keridhoanNya —ia adalah Ali—
“Tanda-tanda mereka tampak pada
muka mereka dari bekas sujud” —ini
adalah para sahabat Rasulullah—
”Demikianlah sifat-sifat mereka dalam
Taurat dan sifat-sifat mereka dalam
Injil” (Surah Al-Fath:29)
Rafidhi bertanya, ”Apa yang dimaksud
dalam Taurat dan Injil?”
Ja`far Ash-Shadiq menjawab,
“Muhammad Rasulullah dan para
khulafa sesudahnya Abu Bakar, Umar,
Usman, dan Ali.
Kemudian Ja`far Ash-Shadiq memukul
dada Rafidhi! Dia berkata, ”Allah
Ta`ala berfirman,
ﺃَﺧْﺮَﺝَ ﺷَﻄْﺄَﻩُ ﻓَﺂﺯَﺭَﻩُ ﻓَﺎﺳْﺘَﻐْﻠَﻈَﻒَﺍﺳْﺘَﻮَﻯ ﻋَﻠَﻰ
ﺳُﻮﻗِﻪِ ﻳُﻌْﺠِﺐُ ﻛَﺰَﺭْﻉٍ ﺍﻟﺰُّﺭَّﺍﻋَﻠِﻲَﻏِﻴﻆَ ﺑِﻬِﻢُ ﺍﻟْﻜُﻔَّﺎﺭَ
ﻭَﻋَﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ
ﻭَﻋَﻤِﻠُﻮﺍﺍﻟﺺَّﺍﻟِﺤَﺎﺗِﻤِﻨْﻬُﻢْ ﻣَﻐْﻔِﺮَﺓً ﻭَﺃَﺟْﺮًﺍ ﻋَﻈِﻴﻤًﺎ
“Yaitu seperti tanaman yang
mengeluarkan tunasnya maka tunas
itu menjadikan tanaman itu kuat lalu
menjadi besarlah diadan tegak lurus
di atas pokoknya; tanaman itu
menyenangkan hati penanam-
penanamnya karena Allah hendak
menjengkelkan hati orang-orang kafir
(dengan kekuatan orang-orang
mukmin). Allah menjanjikan kepada
orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal yang saleh di
antara mereka ampunan dan
pahalayang besar” (Surah Al-Fath:29)
”Seperti tanaman yang mengeluarkan
tunasnya maka tunas itu menjadikan
tanaman itu kuat —Abu Bakar— ”Lalu
menjadi besarlah ia —Umar—- ”Dan
tegak lurus di atas pokoknya —
Ustman—” tanaman itu
menyenangkan hatipenanam-
penanamnya karena Allah hendak
menjengkelkan hati orang-orang kafir
dengan kekuatan orang-orang
mukmin” —Ali bin Abu Thalib—,
”Allah menjanjikan kepada orang-
orang yang beriman dan mengerjakan
amal shalih diantara mereka
ampunan dan pahala yang besar —
inilah para sahabat secara
keseluruhan.
Semoga Allah meridhoi mereka,
sungguh celaka kamu! Aku diberitahu
bapakku dari kakekku dari Ali bin abu
Thalib, Rasulullah bersabda, ”Aku
adalah orang yang pertama bangkit
dari bumi, dan tidak ada
kesombongan. Allah memberi
kemudahan kepadaku dari hal-hal
yang belum pernah diberikan kepada
seorang Nabi pun sebelumku.
Kemudian Dia memanggil, “Dekatkan
para khulafa sesudahmu ”Maka aku
berkata, ”Ya Rabb! Siapakah khulafa
itu?” Maka Dia berkata, ”Abdullah bin
Ustman Abu Bakar Ash Shiddiq”
Maka orang yang pertama keluar dari
tanah setelahku adalah Abu Bakar.
Dia kemudian didirikan di hadapan
Allah Ta`ala untuk dihisab dengan
hisab yang ringan sekali (hisaban
yasiiro), kemudian dia diberi pakaian
stelan berwarna hijau, kemudian
didirikan didepan Arsy. Kemudian
ada panggilan, ”Man Umar binAl-
Khathtab?” Datanglah Umar dengan
urat–urat leher masih mengalirkan
darah. Dia bertanya, “Siapa yang
telah berbuat seperti ini kepadamu?”
Umar menjawab,”Budak Mughirah bin
Syu`bah.” Dia lalu didirikan di
hadapan Allah lalu dihisab dengan
hisab sangat ringan dan diberi
pakaian stelan warna hijau lalu
didirikan dedepan Arsy. Kemudian
didatangkan Ustman bin `Affan
dengan urat-uratleher yang
mengucurkan darah. Dia ditanya,
“Siapa yang telah berbuat seperti ini
kepadamu?” Maka dia menjawab,
”Fulan bin fulan” Dia lalu didirikan di
hadapan Allah lalu dihisab dengan
hisab sangat ringan dan diberi
pakaian stelan warna hijau
laludidirikan di depan Arsy.
Kemudian didatangkan Ali bin Abu
Thalib dengan urat-urat leher yang
mengucurkan darah. Dia ditanya,
“Siapa yang telah berbuat seperti ini
kepadamu?” Maka dia menjawab
Abdurrahman bin Muljam” Dia lalu
didirikan di hadapan Allah lalu
dihisab dengan hisab sangat ringan
dan diberipakaian stelan warna hijau
lalu didirikan dedepan Arsy.”
15. Rafidhi tadi sekali lagi bertanya,
”Apakah ini semua ada didalam Al-
Qur`an, wahai putra Rasulullah?”
Ja`far Ash-Shadiq menegaskan, “Ya,
Allah berfirman,
ﻭَﺟِﻲﺀَ ﺑِﺎﻟﻨَّﺒِﻴِّﻴﻦَ ﻭَﺍﻟﺸُّﻬَﺪَﺍﺀِﻭَﻲِﻀُﻗَ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْ
ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ ﻭَﻫُﻢْ ﻻ ﻳُﻈْﻠَﻤُﻮﻥَ
”Dan didatangkan para Nabi dan
syahid-syahid” —
Abubakar,Umar,Ustman,dan Ali—-
“Dan diberi keputusan diantara
mereka dengan adil, sedang mereka
tidak dirugikan (Surah Az-Zumar:69).
16. Akhirnya Rafidhi tadi bertanya,
”Wahai putera Rasulullah, apakah
Allah masih mau menerima taubat
saya dari dosa-dosa saya yang telah
memisahkan antara Abu Bakar, Umar,
Ustman, dan Ali?”
Ja`far Ash-Shadiq menjawab, ”Tentu,
pintu taubat selalu terbuka, maka
perbanyaklah ishtigfar untuk mereka.
Adapun jika sekiranya kamu mati
dalam keadaan menyalahi mereka,
maka kamu pasti mati diatas dasar
selain fitrah Islam, dan amal-amalan
orang kafir akan sirna tak tersisa.
Akhirnya orang tadi bertaubat,
meninggalkan ucapan buruknya
dengan taubat nashuha.
-----------------------------
DARI KITAB SYIAH
ﻟﻤﺎ ﺳﺌﻠﻤﺤﻤﺪ ﺍﻟﺒﺎﻗﺮ ﻋﻦ ﺫﻟﻚ ﻭﻗﺪ ﺳﺄﻟﻪ
ﻛﺜﻴﺮ ﺍﻟﻨﻮﺍﻝ : " ﺟﻌﻠﻨﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﺪﺍﻙ ، ﺃﺭﺃﻳﺖ ﺃﺑﺎ
ﺑﻜﺮﻭﻋﻤﺮ ﻫﻞ ﻇﻠﻤﺎﻛﻢ ﻣﻦ ﺣﻘﻜﻢ ﺷﻴﺌﺎً ﺃﻭ
ﻗﺎﻝ ﺫﻫﺒﺎ ﻣﻦ ﺣﻘﻜﻢ ﺷﻴﺌﺎً ؟ ﻓﻘﺎﻝ : ﻻ
ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺬﻳﺄﻧﺰﻝ ﺍﻟﻘﺮﺍﻥ ﻋﻠﻰ ﻋﺒﺪﻩ ﻟﻴﻜﻮﻥ
ﻟﻠﻌﺎﻟﻤﻴﻦ ﻧﺬﻳﺮﺍً ﻣﺎ ﻇﻠﻤﺎﻧﺎ ﻣﻦ ﺣﻘﻨﺎ ﻣﺜﻘﺎﻝ
ﺣﺒﺔ ﻣﻦ ﺧﺮﺩﻝ . ﻗﻠﺖ : ﺟﻌﻠﺖ ﻓﺪﺍﻙ .
ﺃﻓﺄﺗﻮﻻﻫﻤﺎ ؟ ﻗﺎﻝ : ﻧﻌﻢ ﻭﻳﺤﻚ ﺗﻮﻟﻬﻤﺎ ﻓﻲ
ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﺍﻵﺧﺮﺓ ﻭﻣﺎﺃﺻﺎﺑﻚ ﻓﻔﻲ ﻋﻨﻘﻲ ( .
)ﺷﺮﺡ ﻧﻬﺞ ﺍﻟﺒﻼﻏﻪ ﻻﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﺣﺪﻳﺪ ﺝ 4 ﺹ
82 )
Muhammad al-Baqir (ImamSyiah ke-5)
ditanya oleh seorang syiah. "Apakah
Abu Bakar dan Umar telah menzalimi
anda atau mengambil hak anda?" Dia
menjawab. "Tidak. demi Allah yang
telah menurunkan al-Qur'an kepada
Hamba-Nya, mereka berdua
tidakmenzalimi hak kami meskipun
hanya seberat biji sesawi. "Asy-
Sya'bibertanya, "Apakah saya boleh
mencintai dan setia kepada
keduanya? "Dia menjawab, "Ya
mengapa tidak?" "Bersikap setialah
kepada mereka berdua didunia dan
akhirat, sedangkan apa yang
menimpamu, maka ada diatas
pundakku". (al-Intishar oleh Syarif al-
Murtaza bab 7, hal 286 dan Nahjul
Balaghah, Juz IV hal. 82)
Lihat http://
www.shiaonlinelibrary.com/
%D8%A7%D9%84%D9%83%D8%AA
%D8%A8/4189_
%D8%A7%D9%84%D8%A7%D9%86%
%D8%B5%D8%A7%D8%B1-
%D8%A7%D9%84%D8%B9%D8%A7%
%D8%AC-%D9%A7/
%D8%A7%D9%84%D8%B5%D9%81%
%D8%A9_276
Screenshoot http://www.image/-
share.com/upload/1478/112.jpg
-----------------------------
ܟܝܐ ܝܗ ܐܬܕܪܦ ܐܠܕܪܚܕ ܝܗ
ܬܥܪܕܙܐܕܐܡܕ ܐܥܪܐܒ ܐܝܪܘܥܙ ܢܡܝܗ
ܢܘܗܠܟ ܐܢܘܥܪܙ ܐܥܪܐܠܥܕ ܐܡܘ܀
ܬܥܪܕܙܐܕ ܐܩܠܣ ܐܝܘܗܘ ܢܡܐܒܪ ܢܘܗܠܟ
ܐܢܘܩܪܝ ܐܕܒܥܘ ܐܟܘܣ ܟܝܐ ܐܬܒܪܘܪ
ܚܟܫܬܕ ܗܠܠܛܒܕ
“ Apabila (kerajaan) Allah memerintah,
keadaannya seperti perumpamaan
ini: Sebuah biji sawi diambil
seseorang lalu ditanam di tanah. Biji
sawi adalah benih yang terkecil di
dunia. Tetapi kalau sudah tumbuh, ia
menjadi yang terbesar diantara
tanaman-tanaman. Cabang-
cabangnya sedemikian rindang
sehingga burung-burung dapat
datang, dan membuat sarang di
bawah naungannya”. (Markus
4:31-3

0 comments:

Post a Comment

About This Blog

Lorem Ipsum

Lorem Ipsum

Lorem

Link Count Widget

Kelaster Pete

tracker

enough nang

Followers

Web Design

Sociable

Cari sampai dapat...